War On Terrorism (Islam) yang dikumandangkan Amerika Serikat dengan melakukan pre-emptive strike ke negeri-negeri muslim Afghanistan dan negeri Arab lainnya dengan menggunakan persenjataan berat dan ringan telah mencabik-cabik dan menghancurkan kedua negeri tersebut serta menimbulkan ribuan korban jiwa baik dari pihak kaum muslimin ataupun tentara AS dan sekutunya.
Akan tetapi, serangan senjata yang mereka lakukan dirasa tidak cukup untuk memberangus gerakan kaum Jihadis yang memberikan perlawanan diseluruh dunia dan disemua lini kehidupan. Mereka merasa perlu untuk menyerang sisi paling dalam pada gerakan jihad yaitu menyerang keyakinan para mujahidin.
Serangan tersebut mereka lakukan dengan menyebarkan pemahaman-pemahaman liberal dan sekuler, yang ternyata belum mampu masuk ke dalam dapur ideologi para mujahidin. Maka, merekapun mencoba membangun dekonstruksi pemikiran Islam, melalui pemikiran para ulama sulthaniyah (penguasa) yang ditenggarai mengcopy paste faham sekte Murjiah dalam hal praktik iman dan kufur.



