Written by : Abu Muhammad (Joko) Waskito.
2 September 2012.
Dalam sebuah diskusi, saya merasa
bengong ketika disana disimpulkan, bahwa Syiah yang beroperasi di
negeri-negeri Sunni (seperti Indonesia), sebenarnya dipelihara oleh
Amerika. Disana dikatakan: "Ahmadiyah dipelihara oleh Inggris, sedangkan
Syiah dipelihara oleh Amerika." Saya merasa, ini kejutan atau
pencerahan yang sangat berbeda. Namun ketika merunut kepada data-data,
fakta, serta kejadian-kejadian; saya baru bisa percaya kalau Syiah
Imamiyah (Rafidhah) memang dipelihara Amerika.
MUI
(Pusat) atau Pemerintah RI selama ini sangat susah untuk menetapkan
Syiah dan Ahmadiyyah sebagai aliran sesat, sehingga keduanya harus
dilarang beroperasi; karena adanya tekanan dari Amerika, Inggris,
Australia, Kanada, dan negara-negara besar lainnya. Mereka bahu-membahu
untuk memelihara faktor destruktif di tengah-tengah kehidupan kaum
Muslimin Indonesia. Makanya, ketika ada sebuah ormas Islam sangat
antipati kepada Ahmadiyah dan Liberal, tetapi bersikap "main mata"
kepada Syiah, hal itu dipahami bahwa ormas tersebut tidak mau memikul
beban terlalu berat, dalam menghadapi tekanan Inggris, Amerika, Kanada,
Australia, dan kawan-kawan. Padahal sudah standar Ahlus Sunnah dimana
saja, yaitu: Anti Sekularisme, anti Syiah, anti Ahmadiyah, anti Liberal,
anti Kristenisasi, dan anti Zionisme. Ini sudah pakem khas Ahlus
Sunnah!
Banyak data-data bisa
disampaikan, bahwa Syiah Rafidhah memang dipelihara oleh kepentingan
imperialis Amerika (atau secara umum imperialis Barat). Soal di atas
permukaan ada retorika-retorika anti Amerika dari kalangan Syiah, itu
hanya kamuflase saja, untuk menutupi fakta sebenarnya. Biasa kan ada
sandiwara "bertema konflik" untuk menutupi "hakikat kemesraan" yang
tidak terlihat.
Mari kita coba lihat data & faktanya ...