Artikel Terkini
Tampilkan postingan dengan label analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analisa. Tampilkan semua postingan

22 April 2014

ADA APA DENGAN JOKOWI ?


 (Dibawah ini beberapa informasi yg saya copas dari beberapa situs web/blog)

RAHASIA DIBALIK CITRA DAN POPULARITAS JOKOWI.

Setelah kesuksesan politik pencitraan ala SBY sepuluh tahun lalu, kini muncul politik pencitraan gaya baru. Kali ini melibatkan dukungan masif semua media baik cetak, elektronik, online, maupun sosial.

Adalah jokowi yang digadang-gadang untuk jadi presiden dan diblow-up habis-habisan oleh media-media mainstream. Dukungan secara masif itu bisa dibilang tidak wajar karena jokowi yang adalah seorang muslim justru tidak “laku” di media Islam seperti voa-islam, arrahmah, suara-islam, dll. Bukankah kalau seorang muslim sangat luar biasa dalam memimpin, maka media-media muslim justru akan ikut memberitakannya dengan bombastis? Tapi bukannya diberitakan secara bombastis, jokowi justru diberitakan secara negatif di media-media muslim tersebut, aneh !

27 Maret 2014

Dokumen Green Hilton Memorial Agreement

(Ini adalah sebuah Analisa dari Mr. E, yang saya kutip & saya reblog kembali di sini.)

P    A    L    S    U


       Akhir-akhir ini sebuah dokumen yang disebut Green Hilton Memorial Agreement cukup menimbulkan kehebohan di dunia maya. Dokumen misterius ini menyebutkan bahwa Amerika Serikat memiliki hutang 57.000 ton emas kepada Indonesia. Bahkan disebutkan bahwa dokumen inilah yang menyebabkan CIA ikut menggulingkan Presiden Sukarno. Tapi, sebaiknya kita tidak melihat terlalu jauh. Soalnya ada alasan kuat untuk mengatakan bahwa dokumen ini sesungguhnya adalah dokumen palsu.

Di Indonesia, dokumen ini mungkin baru heboh pada tahun 2013 lalu. Namun di Amerika, berita ini sudah beredar sejak tahun 2008 lewat situs bibliotecapleyades.net. Ketika sampai ke Indonesia, beritanya dibuat menjadi lebih bombastis. Misalnya, kalimat pembuka dalam sebuah situs berita memuatnya seperti ini (saya kutip apa adanya):


"Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia."

26 Agustus 2013

Syiah Dipelihara Amerika?

Written by : Abu Muhammad (Joko) Waskito.
2 September 2012.
 

Dalam sebuah diskusi, saya merasa bengong ketika disana disimpulkan, bahwa Syiah yang beroperasi di negeri-negeri Sunni (seperti Indonesia), sebenarnya dipelihara oleh Amerika. Disana dikatakan: "Ahmadiyah dipelihara oleh Inggris, sedangkan Syiah dipelihara oleh Amerika." Saya merasa, ini kejutan atau pencerahan yang sangat berbeda. Namun ketika merunut kepada data-data, fakta, serta kejadian-kejadian; saya baru bisa percaya kalau Syiah Imamiyah (Rafidhah) memang dipelihara Amerika.
 
MUI (Pusat) atau Pemerintah RI selama ini sangat susah untuk menetapkan Syiah dan Ahmadiyyah sebagai aliran sesat, sehingga keduanya harus dilarang beroperasi; karena adanya tekanan dari Amerika, Inggris, Australia, Kanada, dan negara-negara besar lainnya. Mereka bahu-membahu untuk memelihara faktor destruktif di tengah-tengah kehidupan kaum Muslimin Indonesia. Makanya, ketika ada sebuah ormas Islam sangat antipati kepada Ahmadiyah dan Liberal, tetapi bersikap "main mata" kepada Syiah, hal itu dipahami bahwa ormas tersebut tidak mau memikul beban terlalu berat, dalam menghadapi tekanan Inggris, Amerika, Kanada, Australia, dan kawan-kawan. Padahal sudah standar Ahlus Sunnah dimana saja, yaitu: Anti Sekularisme, anti Syiah, anti Ahmadiyah, anti Liberal, anti Kristenisasi, dan anti Zionisme. Ini sudah pakem khas Ahlus Sunnah!
 
Banyak data-data bisa disampaikan, bahwa Syiah Rafidhah memang dipelihara oleh kepentingan imperialis Amerika (atau secara umum imperialis Barat). Soal di atas permukaan ada retorika-retorika anti Amerika dari kalangan Syiah, itu hanya kamuflase saja, untuk menutupi fakta sebenarnya. Biasa kan ada sandiwara "bertema konflik" untuk menutupi "hakikat kemesraan" yang tidak terlihat.
 
Mari kita coba lihat data & faktanya ...

15 Agustus 2013

Wajah Adalah Cerminan Jiwa


Al-Quran al-Karim di dalam ayat-ayatnya yang mulia menetapkan bahwa jika seseorang tertimpa kesusahan dan kesedihan maka wajahnya akan menghitam. Dan hal itu sesuai dengan keterangan dari ayat berikut:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِاْلأُنثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ {58}

”Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.” (QS. An-Nahl: 58)

Demikian juga ketika malu, berdasarkan keterangan ayat berikut:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَاضَرَبَ لِلرَّحْمَنِ مَثَلاً ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ {17}

”Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah (maksudnya adalah diberi kabar gembira dengan anak perempuan); jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih.” (QS. Az-Zukhurf: 17)

Dan al-Qur’an membawakan fakta penting, yaitu bahwa wajah adalah cerminan dari kejiwaan seseorang, dan bahwasanya seseorang dapat mengetahui keadaan jiwa orang lain hanya dengan melihat wajahnya. Dan hal itu sesuai dengan keterangan ayat berikut ini:

… تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ … {72}

”…Kamu mengetahui pada muka orang-orang yang kafir itu tanda-tanda keingkaran (kebencian-ketidaksukaan)....” (QS. Al-Hajj: 72)

Demikian juga berdasarkan keterangan ayat berikut:

… سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ … {29}

”… Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.....”
(QS. Al-Fath: 29)

Demokrasi itu Sampah, Mampukah dimanfaatkan kembali?

Layaknya sisa-sisa kehidupan, demokrasi tak ubahnya sampah yang sering dituduh biang kerok dari segala malapetaka kehidupan itu sendiri.

Padahal, jika kita mau sedikit bijak, tak ada sesuatu di dunia ini yang sia-sia. Karena pada prinsipnya, segalah hal yang ada tak lepas dari qadha dan irodah Allah, termasuk sampah kehidupan yaitu demokrasi itu sendiri.

Anggap saja demokrasi adalah sampah, namun sebenarnya sampah yang dianggap tak berguna itu memiliki manfaat yang cukup besar untuk manusia. Seperti layaknya sampah itu sendiri.

Beberapa ahli mengatakan, ada manfaat sampah untuk manusia, diantaranya;
 
1. Sebagai pupuk organik untuk tanaman. Limbah dari sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk penyubur tanaman dengan menyulap sampah menjadi kompos. Kompos dapat memperbaiki struktur tanah, dengan meningkatkan kandungan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air dalam tanah.

21 Juli 2013

Aqidah Para Ulama tentang turunnya Nabi Isa a.s



Diangkatnya Nabi Isa dan akan turunnya beliau di akhir zaman merupakan aqidah para shahabat, para tabi’in, para ulama serta para imam Ahlus Sunnah sepanjang zaman.

Ibnu Katsir berkata: “Telah mutawatir hadits-hadits dari Rasulullah bahwa Nabi Isa akan turun sebelum hari kiamat sebagai imam yang adil dan hakim yang bijaksana (Tafsir Ibnu Katsier, juz 7 hal. 223)

Berkata Shiddiq Hasan Khan: “Hadits-hadits tentang turunnya Isa sangat banyak. Telah disebutkan oleh Imam Asy-Syaukani, di antaranya ada 29 hadits antara shahih, hasan dan hadits lemah yang terdukung. Di antaranya ada yang disebut bersama kisah Dajjal, ada pula yang disebut bersama hadits-hadits tentang Imam Mahdi, ditambah lagi atsar-atsar yang diriwayatkan oleh para shahabat yang tentunya memiliki hukum marfu’ sampai kepada Rasulullah, karena perkara Dajjal bukanlah masalah ijtihad”. Kemudian beliau menyebutkan semua hadits tentang Dajjal. Setelah itu beliau berkata: “Seluruh apa yang kami nukilkan ini telah mencapai derajat mutawatir sebagaimana dipahami oleh orang-orang yang memiliki ilmu” (Al-Idza’ah, hal. 160, melalui nukilan Yusuf al-Waabil dalam Asyratu as-Sa’ah)

Telah ditulis oleh para ulama hadits tentang Isa, ternyata didapati dari 25 para shahabat dinukil dari mereka oleh 30 tabiin dan dinukil dari tabi’in oleh atba’ut tabi’in lebih banyak lagi.

Berkata Abu Thayyib Muhammad Syamsul Haq al‘Adhim Abadiy: “Telah mutawatir berita-berita dari Nabi tentang turunnya Isa dari langit dengan jasadnya ke bumi ketika telah dekat hari kiamat. Ini merupakan madzhab ahlus sunnah. (Aunul Ma’bud, 11/457)

Berkata Syaikh Ahmad Syakir: “Turunnya Isa di akhir zaman adalah perkara yang tidak diperselisihkan sedikit pun oleh kaum muslimin, karena tersebutnya berita-berita yang shahih dari Nabi tentangnya. Ini perkara yang sudah dimaklumi dalam agama secara aksiomatis, dan tidak beriman orang yang mengingkarinya. (Footnote Tafsir ath-Thabari dengan tahqiq Mahmud Syakir, cet. Daarul Ma’arif, Mesir, juz 6 hal. 460).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani: “Ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal, dan turunnya Isa adalah berita-berita yang mutawatir, waka kita wajib beriman dengannya. Jangan tertipu dengan orang-orang yang menyatakan hadits-hadits tersebut adalah hadits ahad, karena mereka adalah orang-orang yang bodoh tentang ilmu ini. Tidak ada di antara mereka yang menelusuri dan meneliti hadits-hadits tersebut dengan jalan-jalannya. Kalau saja ada yang mau menelitinya, niscaya dia akan mendapati hadits-hadits tentang ini mutawatir, sebagaimana telah dipersaksikan oleh para ulama seperti Ibnu Hajar dan lain-lainnya.

Sungguh sangat disayangkan munculnya orang-orang yang lancang, terlalu berani berbicara pada perkara-perkara yang bukan pada bidangnya. Apalagi urusannya adalah urusan aqidah dan agama. (Takhrij Syaikh al-Albani terhadap Syarh Aqidah ath-Thahawiyah oleh Ibnu Abil Izzi al-Hanafi, hal. 501)

Para ulama memasukkan masalah turunnya Isa dalam kitab-kitab aqidah dan prinsip-prinsip sunnah yang mereka susun seperti Abu Ja’far ath-Thahawi dalam Aqidah ath-Thahawiyah, Abu Bakar Muhammad bin Husein al-Aajurri dalam asy-Syari’ah dan Imam Ahmad dalam ushuulus Sunnahnya.

Berkata Qadli ‘Iyad: “Turunnya Isa dan dibunuhnya Dajjal olehnya adalah haq dan shahih menurut para ulama ahlus sunnah, karena hadits-hadits yang shahih dalam masalah ini. Dan tidak ada sesuatu pun yang bisa diingkari dalam syari’at maupun dalam akal yang sehat. Maka Wajib menetapkannya. (Lihat Syarh Shahih Muslim oleh Imam Nawawi, jilid 18, hal. 75)

Pokok-Pokok Aqidah Salafiyah.



 PENDAHULUAN
 
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala Puji hanyalah milik Allah pemelihara semesta alam, Sholawat serta Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada utusan termulia, keluarga beliau dan para sahabat seluruhnya.

Berikut ini adalah risalah yang ringkas, ilmiah dan cakupannya luas, yang menghimpun pokok-pokok Aqidah tentang perkara keimanan dan yang berkaitan dengannya, dimana banyak sekali perbincangan dan perdebatan di dalamnya, yang mana hal ini terkadang menyebabkan munculnya sikap saling menfitnah, menghujat, mencela dan menghancurkan...

Kami selaku penuntut ilmu, memandang perlu menulis pokok-pokok ilmiah yang sederhana berkaitan dengan perkara ini, menurut kaidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan menurut pokok manhaj Salaf Ahlu Hadits dan Ahlu Atsar, dengan keinginan yang kuat untuk mempersatukan kalimat, sebagai maslahat terhadap jama'ah, dalam rangka menerangkan al-Haq dan menjelaskan kebenaran, sebagai petunjuk bagi pencari kebenaran dan menumpas para pendusta.

3 Syarat Disebut Bid'ah.

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ,

Sebagian orang kadang memahami apa yang dimaksud dengan bid'ah. Mereka menganggap bahwa bid'ah adalah setiap perkara baru. Sehingga karena saking tidak suka dengan orang yang meneriakkan bid'ah, ia pun mengatakan, "Kalau memang hal itu bid'ah, kamu tidak boleh pakai HP, tidak boleh haji dengan naik pesawat, tidak boleh pakai komputer, dst karena semua itu baru dan bid'ah adalah suatu yang baru dan dibuat-buat". Padahal sebenarnya hal-hal tadi bukanlah bid'ah yang tercela dalam Islam karena bid'ah yang tercela adalah bid'ah dalam masalah agama. Begitu juga ada yang tidak setuju dengan nasehat bid'ah, ia menyampaikan bahwa para sahabat dahulu mengumpulkan Al Qur'an dan di masa 'Umar dihidupkan shalat tarawih secara berjama'ah. Syubhat-syubhat yang muncul ini karena tidak memahami hakekat bid'ah. 

Untuk lebih jelas dalam memahami bid'ah, kita seharusnya memahami tiga syarat disebut bid'ah yang disimpulkan dari dalil-dalil berikut ini.

Ciri Pengikut Syi'ah di Indonesia




Indonesia tengah menjadi target Syi’ahisasi besar-besaran. Hingga kini banyak pengikutnya berada di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Jumlah penganut Syiah di Indonesia Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat, pernah mengatakan kisaran jumlah penganut Syiah di Indonesia , “Perkiraan tertinggi, 5 juta orang. Tapi, menurut saya, sekitar 2,5 jiwa,” kata Kang Jalal, sapaan Jalaluddin Rakhmat. Pemeluk Syiah, kata Kang Jalal melanjutkan, sebagian besar ada di Bandung, Makassar, dan Jakarta. Selain itu, ada juga kelompok Syiah di Tegal, Jepara, Pekalongan, dan Semarang; Garut; Bondowoso, Pasuruan, dan Madura.


Diperkirakan, kebanyakan dari mereka sedang melakukan taqiyah dalam rangka melindungi diri dari kelompok Sunni. Taqiyah adalah kondisi luar seseorang dengan yang ada di dalam batinnya tidaklah sama. Memang taqiyah juga dikenal di kalangan Ahlus Sunnah. Hanya saja menurut Ahlus Sunnah, taqiyah digunakan untuk menghindarkan diri dari musuh-musuh Islam alias orang kafir atau ketika perang maupun kondisi yang sangat membahayakan orang Islam.

Sementara itu menurut Syi’ah bahwa Taqiyah wajib dilakukan. Jadi taqiyah adalah salah satu prinsip agama mereka. Taqiyah dilakukan kepada orang selain Syi’ah, seperti ungkapan bahwa Al Quran Syi’ah adalah sama dengan Al Quran Ahlus Sunnah. Padahal ungkapan ini hanyalah kepura-puraan mereka. Mereka juga bertaqiyah dengan pura-pura mengakui pemerintahan Islam selain Syi’ah.

04 Juni 2013

Yesus Tidak Mati Di Salib ?

Penyaliban adalah inti keimanan Kristiani, Bagi doktrin Kristiani, penyaliban adalah jalan keselamatan satu-satunya dalam memperoleh hidup yang kekal.

Dogma penebusan dosa melalui penyaliban tercipta berdasarkan adanya keyakinan terhadap dosa waris yang semuanya diciptakan oleh oknum yang sama, Paulus dari Tarsus. Disini kita tidak akan membahas mengenai kepalsuan dogma penebusan dosa ataupun dosa waris, tapi kita akan menguak kepalsuan kematian Yesus diatas kayu salib melalui persepsi Bible sendiri, dengan kata lain, akan kita buktikan bersama bahwa Yesus tidak mati diatas kayu salib (berdasarkan Bible)!


Kronologis kejadian dari Bible sendiri yang akan kita paparkan berikut ini mengenai peristiwa dugaan kematian Yesus dalam penyaliban sebelum dan sesudahnya, hal ini akan mengungkapkan dan membuktikan kebenaran tersebut.

Paulus Membawa Ajaran Sesat.

Ajaran Kristen sejak lama berusaha memberikan kesan bahwa Paulus dan ajaran-ajarannya punya keabsahan dalam ajaran Yesus Kristus yang dilanjutkan oleh para murid Yesus setelah peristiwa penyaliban. Salah satu pertautan penting dari ajaran Paulus ini adalah soal penerapan hukum Taurat. Hampir semua denominasi Kristen saat ini punya pandangan bahwa sebagai pengikut Yesus Kristus, aturan-aturan yang terdapat dalam Taurat sudah tidak lagi dijalankan dalam kehidupan mereka karena sudah ‘digenapi’ oleh Yesus Kristus. Ajaran ini dimunculkan oleh Paulus dan diyakini sesuai dengan apa yang diajarkan Yesus melalui para murid-muridnya. Bangunan sejarah yang berusaha dimunculkan untuk mengkaitkan keabsahan pendapat Paulus dengan ajaran Yesus bisa kita temukan dalam doktrin Kristen yang katanya didasari oleh ayat-ayat dalam alkitab. Penjelasan ini berupaya mengungkapkan bahwa apa yang dikatakan dalam doktrin tersebut adalah salah besar, ini berdasarkan pernyataan dalam ayat-ayat alkitab sendiri.

Ajaran tentang tidak perlu lagi hukum Taurat dilaksanakan oleh pengikut Yesus Kristus tidaklah datang dari ajaran Yesus sendiri, tapi disampaikan oleh Paulus. Secara panjang lebar, Paulus berusaha mencari pembenaran terhadap pendapatnya sendiri bahwa setelah penyaliban Yesus, maka aturan-aturan yang terdapat dalam Taurat sudah tidak berlaku lagi diganti dengan iman kepada Yesus Kristus, kita bisa menemukan penjelasannya dalam Roma 3:19-31, 4:13-16, 6:13-15, 10:4-14.

12 Oktober 2012

Tafsir Mimpi (Bagian-2)

L.


Laba-laba

Jika anda bermimpi melihat laba-laba, bermakna anda akan mengalami banyak godaan dan rintangan dalam usaha dan atau dalam perjalanan.



11 Oktober 2012

Tafsir Mimpi (Bagian-1)

Kata orang, mimpi itu adalah bunga tidur/kembang tidur, yang tidak memiliki makna apa-apa. Sesungguhnya mimpi bukanlah fenomena yang sederhana, tetapi sebuah fenomena gaib yang serius dan memiliki makna tertentu bagi siapapun dalam kehidupannya. Mimpi yang tidak memiliki arti apa-apa adalah mimpi acak yang dialami oleh seseorang, yang dalam rangkaian peristiwanya saling menumpuk dan tak nyambung antara peristiwa pertama dengan peristiwa berikutnya. Hal ini terjadi karena dipicu oleh perasaannya yang telah 'mengendap' dalam diri seseorang sehingga melahirkan bentuk-bentuk maupun sosok-sosok dalam mimpinya tersebut. Bentuk perasaan seperti amarah, berahi, kebencian, rasa suka, ketertarikan, dan lain-lain akan melahirkan fenomena mimpi yang tak tersusun (acak) dalam tidur seseorang.
Kadang kala orang bisa mengingat semua alur mimpinya, dan ada pula yang hanya mampu mengingat sebagian alur mimpinya tersebut, bahkan ada juga yang lupa sama sekali terhadap apa yang dialaminya dalam mimpinya tersebut.
Fenomena mimpi memang tidak bisa dijelaskan secara logika tentang alur peristiwanya. Semua alur peristiwa dalam alam mimpi hanya mampu dijelaskan secara hikmah oleh seseorang yang memang telah dianugerahi Tuhan kemampuan untuk itu, sebagaimana Nabi Yusuf a.s yang dianugerahi kemampuan menafsirkan mimpi seseorang pada masa lalu.
Perlu diketahui, bahwa mimpi adalah peristiwa yang memiliki makna serius dalam kehidupan seseorang. Tuhan menjadikan alam mimpi bukan semata-mata tanpa arti dan tanpa makna, dan juga bukan sekedar menjadi 'arena' permainan atau kesenangan bagi makhlukNya tatkala sedang tidur. Semua hubungan dan komunikasi, entah itu berasal dari sesama makhluk ataupun berasal dari khaliq (Tuhan) kepada makhlukNya sendiri, sering terjadi pada alam mimpi.

Jadi dapat disimpulkan secara sederhana, bahwa alam mimpi merupakan wadah pertemuan dimensi halus (astral) dari semua makhluk yang ada, termasuk Tuhan itu sendiri. Adapun aktifitas yang dapat terjadi di alam mimpi itu bermacam-macam alur peristiwa, termasuk pesan-pesan penting tertentu yang di-dialog-kan kepada siapapun dan oleh siapapun, sebagaimana yang sering dialami oleh Nabi Muhammad SAW semasa turunnya wahyu Tuhan. Gambaran (visualisasi) peristiwa yang terjadi di alam mimpi yang merupakan 'pesan' tertentu dari Tuhan, memiliki arti khusus yang perlu ditafsirkan tatkala seseorang itu tersadar dari tidurnya.

Masalah tafsiran mimpi yang telah dapat ditafsirkan akan membawa efek serius pula yakni menjadi realita dalam kehidupan seseorang. Realita yang terjadi akibat tafsiran mimpi ini dapat memakan waktu bagi ukuran seseorang; entah itu esok hari, esok lusa, bulan depan atau tahun depan, bahkan bertahun-tahun lamanya realita tersebut baru akan terwujud, sebagaimana yang terjadi pada mimpi Nabi Yusuf a.s pada masa kecil, baru terwujud realitanya pada saat beliau dewasa menjadi seorang raja.

Berikut ini tafsiran mimpi dari beberapa ahli penafsiran mimpi, yang bisa menjadi gambaran anda dalam menafsirkan mimpi anda. Ingin tahu anda sudah bermimpi apa? simaklah !

03 Oktober 2012

Radikalisme Vs Islam-isme.

--------------------------------------------------------
Ini adalah Argumentasi Saya untuk menanggapi pertanyaan salah seorang pembaca blog ini
Sdr. Mascara De Muhammz (Facebooker)

--------------------------------------------------------
 
RADIKALISME.

Menurut pendapat saya, “radikalisme” mempunyai konotasi khusus yang mengarah pada suatu pemahaman atas tindakan yang dilakukan secara “Berani”, “Sepihak”, dan “Spontan” dengan mengesampingkan maksud dan tujuannya.

Radikal, sebuah kata yang memiliki makna negatif yang mengarah pada 'pengrusakan' atau 'penghancuran' suatu sistem sosial & politik. Radikalisme umumnya muncul karena dipicu dari 'ketidak puasan' dan 'ketidak adilan' oleh suatu kelompok kepada kelompok lain.

Tindakan ini (Radikal) umumnya dipahami oleh masyarakat sebagai tindakan yang tidak bernuansa moralitas yang baik. Ada benarnya juga; bila rasa ketidakpuasan dan ketidakadilan sudah menumpuk dirasakan oleh manusia, bukan tidak mungkin mereka akan menyalurkan perasaannya tersebut dalam bentuk-bentuk aksi dan proaksi yang anarkis.

Sebagai contoh kasus; Kaum buruh yang merasa di zalimi oleh perusahaan tempatnya bekerja, lambat laun menimbulkan gelombang protes yang lebih besar lagi bila mereka membentuk suatu kelompok yang didalamnya memiliki rasa & nasib yang sama sebagai bentuk solidaritas sesama buruh. Tindakan yang mereka ambil bisa saja mengarah pada radikalisme, entah itu terencana atau spontanitas, mereka bisa saja melakukan tindakan kekerasan terhadap buruh lainnya, bahkan mungkin saja mengarah pada pengrusakan fasilitas perusahaan tempat mereka bekerja. Kesimpulannya mereka melakukan tindakan melawan hukum atau melakukan tindakan anarkis, karena memang yang terlihat hanya dapat dinilai dengan sebutan “keras”, “berani”, atau “brutal”.

Radikalisme dapat saja terjadi pada siapapun dan oleh siapapun, karena memang semua tindakan radikal mengesampingkan norma-norma hukum, sekalipun tindakan itu dilakukan oleh aparat penegak hukum maupun militer. Pemicunya adalah seperti yang sudah saya katakan diatas tadi.

Faktor penyebab munculnya radikalisme dalam aksi buruh umumnya karena masalah seputar Upah dan PHK. Begitu juga yang terjadi pada kelompok petani yang melakukan tindakan radikal dalam aksinya, seringkali karena masalah irigasi dan sengketa tanah garapan. Dan banyak kasus lainnya yang bisa kita jadikan rujukan radikalisme. Inilah contoh radikalisme dalam bentuk 'Aksi'.

Radikalisme dapat pula terjadi dalam bentok 'pro-aksi', yang saya maksud disini adalah radikalisme dalam kelompok penguasa terhadap kelompok yang dikuasainya. Sebagai contoh; apa yang terjadi dalam lingkungan geng jalanan/sekolah/kampus pun bisa kita kategorikan radikalisme telah terjadi, pada saat kelompok senior melakukan perploncoan (ospek) kepada kelompok juniornya yang masih baru, seringkali menghalalkan penganiayaan dan intimidasi. Bukankah mengabaikan hak-hak manusia dan norma-norma yang ada itu masuk kategori radikalisme?. Demikian juga apa yang dilakukan kelompok Densus 88 bisa masuk dalam kategori radikalisme dalam tubuh aparat, karena tindakannya yang tidak memiliki norma hukum dalam hal terorisme. Penangkapan orang/kelompok tanpa dilandasi dasar hukum, maka masuk dalam kategori 'radikal', karena mereka cenderung membuang HAM & Kesucian, Vonis “Tembak-Mati” diterapkan bagi siapapun, entah itu belum teridentifikasi, belum masuk DPO atau belum jadi tersangka sekalipun, bahkan baru katanya dan belum kenal orangnya-pun tetap mereka 'ciduk' tanpa proses hukum, yang kadang berujung pada salah tangkap. Ironis. Inilah beberapa contoh radikalisme yang dilakukan secara tertutup dalam lingkungan 'penguasa'.

Adapula radikalisme dalam hal 'perencanaan', yang saya maksud disini adalah 'Agenda', 'Rencana-Kerja', 'Proyek-Rahasia' atau apapun namanya yang mengarah pada radikalisme tertentu yang 'tak kasat mata' untuk dilakukan kepada kelompok lainnya. Sekalipun hal ini belum dilakukan, namun rencana-rencana yang telah disusun bisa dikategorikan pula bersifat radikal. Sebagai contoh; rencana-rencana dan agenda Kristenisasi & Pemurtadan umat Islam oleh kelompok misionaris Kristen, rencana ini berisi hal-hal yang sama sekali tidak menggubris soal hak asasi manusia poin kebebasan beragama, juga melanggar norma agama dari agama Islam dan kelompok Kristen itu sendiri. Rencana-rencana yang besifat provokasi ini bisa dibilang sebagai bentuk radikalisme.

Jadi, itulah wajah radikalisme yang umumnya telah kita ketahui bersama. Lantas siapa yang salah dalam masalah tersebut? Kesalahan manusia dalam bertindak secara radikal adalah wajar, karena ketidakpuasan dan ketidakadilan itulah yang selalu ada dalam perasaan setiap orang. Dan memang tidak semua orang mengungkapkan perasaan kecewanya dalam bentuk 'action' atau tindakan nyata terhadap lingkungannya, sebagian orang hanya bisa memendamnya dalam lubuk hati, dan sebagian orang mencurahkannya dengan ungkapan kata-kata dan tulisan. Semua manusia memiliki pedoman yang diyakininya sendiri untuk mengontrol segala bentuk kekecewaan dalam perasaannya tersebut.

Hanya manusia yang mengamalkan pedoman syetan-lah yang berbuat semaunya sendiri tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya.

Dalam Islam pedoman untuk masalah radikalisme ini tidak ada. Karena radikalisme memang tidak berisi aturan dan norma-norma yang terkandung didalamnya. Sedangkan dalam Islam kondisi seperti ini masih berisi aturan dan norma yang diterapkan dalam segala tindakannya. Konsep jihad dalam Islam bukanlah dikatakan sebagai konsep radikalisme, karena sangat jauh menyamakan persepsi radikal dengan jihad Islam. Dalam jihad, aksi berani dan brutal tidak semena-mena seperti aksi radikalisme tanpa aturan/norma. Merusak dan menghancurkan segalanya bisa saja dilakukan dalam tindakan radikalisme, seperti merusak fasilitas-fasilitas umum, membunuh orang tanpa alasan, menganiaya kaum wanita dan anak-anak, dll. Sedangkan jihad Islam berisi norma yang harus ditaati, seperti; dilarang menghancurkan fasilitas publik, pasar, sekolah, rumah sakit dan tempat ibadah, dilarang membunuh orang tua renta, wanita, bayi dan anak-anak, dilarang membunuh orang tanpa alasan yang benar. Maka yang melanggar aturan ini bukanlah disebut jihad.

Sungguh sebuah penistaan terhadap Islam bila mengkaitkan penghancuran pasar dan rumah ibadah adalah bentuk radikal dari jihad Islam. Maaf, Allah telah melarang kita merusak tempat-tempat ibadah. Allah hanya menyuruh untuk melawan musuh-musuhNya saja. Dalam jihad; manusia disuruh melakukan tindakan pembelaan karena alasan agamanya yang dilecehkan, jadi bukan individunya. Sedangkan “Radikalisme” menyuruh melakukan tindakan pembelaan dengan alasan pelecehan terhadap kepentingan dirinya (individunya). Apabila individu manusianya benar-benar merasakan pelecehan tersebut, bukan tidak mungkin dia akan membunuh orang yang melecehkannya tersebut. Sedangkan dalam jihad, membunuh seseorang tanpa alasan agama, sangat dilarang keras, apalagi membunuh sesama saudaranya sendiri. Karena alasan “Agama” inilah yang kadang orang sulit untuk menafsirkan maknanya.


ISLAM-ISME.

Dalam Islam, Agama mencakup seluruh sendi-sendi kehidupan, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara juga ada aturannya. Sedangkan sebagian orang masih menganggap urusan agama berbeda dengan urusan berbangsa dan bernegara. Mereka menganggap urusan bernegara adalah urusan manusia; manusia-lah yang berhak memberi dan membuat aturannya, tidak seperti agama yang sudah ada aturannya dari Tuhan. Mereka merasa bahwa dalam agama tidak ada aturan dan hukum-hukum berbangsa dan bernegara, itu kata mereka ! Sayapun tidak tahu yang dimaksud oleh mereka agama yang mana? Agama yang mana yang tidak berisi aturan berbangsa dan bernegara? Itu perlu dipertanyakan pada mereka untuk dijawab.

23 September 2012

Jamaah Islam vs Amerika.

*Di nukil dari catatan 'seseorang' pada 10 september 2010.
-------------------------------------------------------

Di Makkah Obama menghentak inspirasiku. Sudah lama saya mendengar silang sengketa hubungan antara dua kata yakni Amerika dan Alqaeda. Persepsi spontan, kedua kata itu bermusuh
an hebat. Amerika sangat memusuhi Alqaeda sebagaimana Alqaeda dengan gigih melawan Amerika. Keduanya sedang bertarung di panggung dunia. Semua orang menyaksikannya.

Saat santai di kamar 108 hotel Tiba Makkah sambil nonton televisi Aljazeera, tiba-tiba muncul sosok Obama sang presiden Amerika memberikan pernyataan di depan pers dunia. Tanggal menunjuk angka 10 September 2010, sehari sebelum peringatan sembilan tahun serangan 11 September 2001. Obama menekankan bahwa musuh Amerika adalah Tandhim Alqaeda, bukan agama Islam atau umat Islam.

Karena saya melihat tayangan dalam bahasa Arab, maka sebutan untuk Alqaeda adalah Tandhim, yang dalam bahasa Indonesia biasa digunakan istilah jaringan Alqaeda. Antara kata tandhim dengan jaringan ternyata memiliki konotasi makna yang berbeda. Tandhim bermakna organisasi yang rapi dengan struktur kepemimpinan yang solid sementara jaringan lebih berkonotasi longgar, sekedar saling tukar informasi. Penggunaan istilah tandhim untuk Alqaeda menggugah kesadaran saya, bahwa ternyata musuh Amerika, negara super power nomor wahid, musuhnya hanya sebuah tandhim. Dalam istilah lain, jamaah. Bukan negara atau superpower lain yang sejajar.

Kebohongan Media Barat dan Amerika atas klaim mereka terhadap keberhasilan Jihad Afghan melawan Uni Soviet.

Tulisan ini adalah bagian dari buku yang ditulis oleh Abu Mushab As-suri dari buku yang berjudul Da'wah Al-Muqawwamah Al-islamiyyah, Bab : Hashad Ash-Shahwah Al-Islamiyyah wa At-Tayar Al-jihadi (1930-2002) mengenai kebohongan media barat dalam jihad Afghanistan, berikut fakta yang dibeberkan Syaikh Abu Mus'ab As Suri, semoga bermanfaat buat kaum muslimin:




Perlu saya (Abu Mushab As-suri) sampaikan 2 kebohongan besar yang dilakukan media barat dan Amerika khususnya media Arab dan Islam yang mengekor barat. Kebohongan ini harus diklarifikasikan kepada publik secara umum dan kepada aktivis Islam dan aktivis Jihad secara khusus. Dua kebohongan itu adalah sebagai berikut.
 

Yang Menyangkal Terorisme Bagian Dari Islam, Berarti Kafir ?

Banyak orang yang menggunakan istilah "Terorisme" terutama karena hasutan dan propaganda USA tentang perang mereka melawan "terorisme", penggunaannya sering tanpa terlebih dahulu dijelaskan mengenai istilah "terorisme". Kebiasaan ini sangatlah berbahaya karena menjadi dasar dari pendapat orang lain, dan dapat disalahgunakan dan dipakai untuk orang yang tidak setuju dengan orang yang berlawanan dengannya atau terhadap orang yang mempunyai rasa dendam terhadap orang yang berlawanan dengannya.

Kita melihat di Barat, mereka sangat bernafsu mengeluarkan undang-undang baru dengan dalih "terorisme", yang memungkinkan mereka mempunyai wewenang menangkap dan menahan tanpa tuduhan atau bukti dan menahan mereka dalam jangka waktu yang tidak terbatas seperti kita lihat di berbagai kejadian, tanpa menjelaskan apa itu terorisme, mereka dapat masuk dan keluar dari suatu tempat terhadap siapa pun yang mereka kehendaki dari undang-undang tersebut.

20 September 2012

Makna "Thoghut" ditengah perang melawan Teror.

War On Terrorism (Islam) yang dikumandangkan Amerika Serikat dengan melakukan pre-emptive strike ke negeri-negeri muslim Afghanistan dan negeri Arab lainnya dengan menggunakan persenjataan berat dan ringan telah mencabik-cabik dan menghancurkan kedua negeri tersebut serta menimbulkan ribuan korban jiwa baik dari pihak kaum muslimin ataupun tentara AS dan sekutunya.

Akan tetapi, serangan senjata yang mereka lakukan dirasa tidak cukup untuk memberangus gerakan kaum Jihadis yang memberikan perlawanan diseluruh dunia dan disemua lini kehidupan. Mereka merasa perlu untuk menyerang sisi paling dalam pada gerakan jihad yaitu menyerang keyakinan para mujahidin.

Serangan tersebut mereka lakukan dengan menyebarkan pemahaman-pemahaman liberal dan sekuler, yang ternyata belum mampu masuk ke dalam dapur ideologi para mujahidin. Maka, merekapun mencoba membangun dekonstruksi pemikiran Islam, melalui pemikiran para ulama sulthaniyah (penguasa) yang ditenggarai mengcopy paste faham sekte Murjiah dalam hal praktik iman dan kufur.

Radikalisme Negara Terhadap Agama.

Dalam rentang waktu setengah abad lebih Indonesia merdeka, hegemoni nasionalisme sekuler dalam percaturan politik nasional, menjadi penyebab utama terpinggirkannya peran agama dalam pengelolaan negara. Sikap dan jargon politik yang dilansir oleh para politisi sekuler adalah bukti yang tidak terbantahkan. Berlindung di balik konstitusi negara, setiapkali menghadapi krisis bangsa, adalah senjata mereka. Termasuk pemaksaan untuk kembali ke asas tunggal Pancasila dalam rangka, “memperjelas asas parpol”, seperti dituntut PDIP, Golkar, dan Partai Demokrat.

Dalam kerangka ideologi yang diletakkan kaum sekuler, agama diposisikan sebagai penyebab pokok instabilitas konstitusional, atau menganggap isu agama sebagai sektarian, primordial dan lain sebagainya. Ujungnya, kian hari kian melemahkan posisi Islam dan kaum agamawan ketika berhadapan dengan lembaga negara. Sehingga sampailah mereka pada kesimpulan, 'jangan membawa-bawa agama dalam urusan politik'.

Fenomena ini kian memperjelas bahwa kesemuanya merupakan skenario yang telah dipersiapkan. Maka menjadi pemandangan yang wajar, keikutsertaan kalangan politisi dalam masalah keagamaan ditolelir, tapi ketika kalangan agamawan yang ikut-ikutan terlibat urusan politik, malah dicemooh. Dalam kerangka ini pula, menjadi tidak aneh ketika tahun 1999 ter-dengar adanya sekelompok organisasi pemuda Islam (PMII) di Surabaya, melakukan demonstrasi menuntut pembubaran MUI yang mereka nilai ikut-ikutan dalam politik praktis.

Liberalisasi Islam di Indonesia.

Ide sekularisasi Islam di Indonesia pertama kali digulirkan oleh Nurcholish Madjid pada 3 Januari 1970. Idenya itu diadopsi dari pemikiran Harvey Cox dengan bukunya yang terkenal berjudul The Secular City. Nurcholish mungkin tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan adalah bagaikan membuka sebuah kotak pandora. Saat kotak itu terbuka, maka terjadilah peristiwa-peristiwa tragis yang susul-menyusul dan berlangsung secara liar, sulit dikendalikan lagi, hingga kini.

Harvey Cox menyebutkan bahwa sekularisasi adalah akibat logis dari dampak kepercayaan Bible terhadap sejarah. Menurut Cox, ada tiga komponen penting dalam Bible yang menjadi kerangka asas sekularisasi, yaitu 'disenchantment of nature' yang dikaitkan dengan penciptaan (creation),'desacralization of politics' dengan migrasi besar-besaran (exodus) kaum Yahudi dari Mesir, dan'deconsecration of values' dengan Perjanjian Sinai. (Harvey Cox, The Secular: Secularization and Urbanization in Theological Perspective [New York: The Macmillan Company, 1967], hlm. 19-32).

arsitekartikelblog directoryindonesian palm oilpalm oil investment

KOMENTAR MY DIARY BLOG

http://cam-chat.cbox.ws/